Susah yang sering kami temui suka datang dan begitu cepat menghilang.
Mereka pernah berkata pada ku”LEE”dadio cah bener, sabar lan tawakal”, begitulah perkata’an mereka, dan yang mereka harapkan aku menjadi orang yang sukses agar hidup tidak selalu susah.
Terkadang bibir tertawa namun hati menangis meratapi nasib yang tak pernah bertubah.
Merekapun bercerita semasa aku kecil “yang tak punya rumah, selalu numpang, dan tak punya penghasilan.
Namun ternyata masih ada juga orang yang dermawan, mau memberi makan dan tempat tinggal sementara.
Pernah juga kami berumahkan kandang kambing, namun kami tetap bersykur masih bisa makan, minum dan berteduh, ayahku pun bekerja sebagai tukang becak walau upah tak sepadannamun dia tak pernah menyerah dan putus asa demi mencari sesuap nasi.
Hingga kini susahpun masih sering menghampiri, namun aku akan tetap mencoba dan terus mencoba untuk menjadi orang sukses, walau raga sudah lelah aku takan menyerah.
Terkadang dalam hatipun bertanya”pantaskah diri ini menjadi orang?”tetapi aku akan tetap tegar untuk menghadapi coba’an ini.
akupun takakan mengecewakan orang tuaku. terkadang datang rasa amarah dalam hati mendengar berbagai cacian dan hina’an yang datang silih berganti, tetapi orang tuaku berkata”jangan dengarkan cacian dan hina’an itu, raihlah mimpi mu”kata itu yang selalu ku ingat untuk menghadapi hari dan dunia yang kejam.